Jumlah Pengunjung

Senin, 23 Januari 2017

Bertahan Hidup Dengan Usaha Tahu Gejrot




Bapak Asmui (74) lahir di Sumedang, ayah dari 5 anak ini berprofesi sebagai "Tukang Tahu Gejrot" bekerja di usaha Tahu Gejrot. Dari hasil jualanya ia mendapatkan 100 ribu rupiah perharinya. Seharinya Asmui menjual 200 tahu perharinya. Setahun sekali ia pulang kekampung halaman nya untuk menemui istri dan anak nya.

Pekerjaan yang ia tekuni saat ini sedang sepi. Apalagi ditahun baru ini ada kenaikan harga seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dll.

Sebagai sosok seorang ayah yang bekerja keras dalam menafkahi keluarga dengan kemampuan yang ia miliki. Ia berjualan tahu gejrot mulai dari jam 1 siang sampai jam 1 malam. Ia berjualan di sekitar Binus Syahdan. Ia bertempat tinggal di jalan Hankam, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Ia tidak tinggal dengan istri dan anak nya. Karena Asmui hanya mampu menyewa tempat tinggal berukuran 2.6 meter dengan sebuah tempat tinggal yang apa adanya. Ia tidak mampu untuk mengontrak  sebuah tempat tinggal.

Ia berjualan hanya bermodal sebuah gerobak kecil dengan kemampuannya. Ia mematok harga tahu nya per porsi nya 5rb.

Dengan semangat hidup nya dalam mencari nafkah untuk istri dan anak nya. Walaupun penghasilan ya kurang memenuhi keperluan untuk istri dan anak. Ia masih berusaha dalam menjalankan usaha ya sebagai "Tukang Tahu Gejrot".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar